Archive

Monthly Archives: March 2009

Ladyhawke - Ladyhawke

Label : Modular Interscope

New Zealand memiliki musisi pendatang baru yang siap bersaing dengan band dan artis lainnya yang bermain di genre indie elektronika. Ladyhawke adalah nama panggung Phillipa Brown, ia memutuskan untuk bersolo karir setelah melepaskan diri dari band Wellington dan Two Lane Blacktop. Phillipa memilih nama panggung Ladyhawke dari karakter yang diperankan Michelle Pfeiffer dalam sebuah film tahun ‘80an. Musik Ladyhawke sering dibandingkan dengan Peaches, meskipun Peaches terdengar lebih garang dan lagu-lagu Ladyhawke lebih mirip New Young Pony Club, dengan genre new wave yang lebih kental. Setelah merilis album ini pada bulan September tahun lalu, Ladyhawke telah menjadi aksi pembuka untuk The Ting Tings di Inggris tahun ini. Hitsnya yang mungkin sudah sering anda dengar adalah Paris Is Burning, yang merupakan single keduanya setelah Back Of The Van, dengan dominasi new wave ‘80an dan vokal perpaduan antara Cindy Lauper dan Pat Benatar. Album ini sarat oleh synthesizer ala ‘80an dan permainan gitar yang mengingatkan pada lagu Hungry Eyes nya Eric Carmen dari film Dirty Dancing. Tak ada satupun lagu yang gagal dalam album perdana musisi New Zealand ini, yang membuat album ini wajib dimiliki. (pp)

Free! magz edition April 1 09.

Fantasies - Metric

Label : O2. Records

Band indie rock Kanada ini kembali melempar album terbaru yang merupakan album keempat mereka. Fantasies dibuka oleh Help I’m Alive, hits andalan dengan nada-nada yang dapat membuat penikmat rock segera menyukai lagu ini. Band yang digawangi oleh vokalis Emily Haines ini masih menawarkan rock masa kini dengan balutan distorsi modern. Serial Grey’s Anatomy pun telah memakai salah satu lagu dalam album baru ini yaitu Front Row. Mendengarkan Metric memang bagaikan kembali ke masa band-band rock dengan vokalis wanita berjaya seperti Veruca Salt dan Hole dengan nuansa yang lebih modern. Prestasi band ini boleh dibanggakan dengan dua kali masuk daftar nominasi Juno Awards untuk dua album yang berbeda. Ada beberapa lagu yang cukup menarik disimak seperti Collect Call, Twilight Galaxy, Gimme Symphaty dan Waves, yang merupakan bonus track untuk limited edition album ini. Meskipun album ini tidak istimewa, namun Help I’m Alive patut diperhitungkan sebagai salah satu lagu penambah koleksi anda. (pp)

Free! magz edition April 1 09.

Living Thing - Peter Bjorn And John

Label : Almost Gold

Setelah merilis album Seaside Rock tahun lalu secara digital, trio Peter Bjorn And John asal Swedia merilis album terbaru tahun ini. Tidak banyak yang mengenal band ini sebelum mereka melempar album ketiga Writer’s Block ke pasaran tiga tahun lalu, dengan hits Young Folks yang membahana di mana-mana dan membuat kaum mainstream menoleh pada musik mereka, sampai Kanye West memuat sample lagu ini dengan versinya sendiri untuk album mixtapenya, Can’t Tell Me Nothing. Album Writer’s Block cukup disukai dengan hits lainnya seperti  Let’s Call It Off dengan beragam versinya yang menyenangkan. Apakah album ini juga memiliki hits yang sama kuatnya dengan dua lagu dari album Writer’s Block? Sayangnya tidak. Single pertama yang ditawarkan adalah Nothing To Worry About yang tidak meninggalkan banyak kesan. Hanya ada satu lagu yang paling bersahabat yaitu It Don’t Move Me, dengan musik pembangkit mood yang sedikit banyak mengingatkan pada Young Folks, meskipun lagu ini sendiri tidak menawarkan sesuatu yang baru. Anda cukup menyimak lagu ini saja sebelum kecewa dengan isi albumnya. (pp)

Free! magz edition April 1 09.

2- Darker My Love

Label : Dangerbird Records

Sekilas mendengarkan musiknya seperti menyimak perpaduan Kasabian dan Black Rebel Motorcycle Club dengan sentuhan psychedelic rock. Meski namanya masih terdengar asing, Darker My Love bukanlah band baru. Album ini merupakan album kedua mereka, dengan warna rock yang garang sekaligus suram. Musik yang ditawarkan cukup bervariasi dengan nuansa yang sangat maskulin. Sesuai dengan nama bandnya, musik yang dihadirkan dalam album ini memang bernuansa gelap, terdengar dari sederetan lagu muram seperti Immediate Undertaking, All The Hurry And Wait dan Add One To The Other One. Lagu-lagu lainnya cukup membangkitkan adrenalin seperti di antaranya Northern Soul, Blue Day, Pale Sun dan Waves, dengan sebuah lagu berjudul Two Ways Out yang sedikit mengingatkan pada Weezer di era awal. Mereka juga tampil mengejutkan lewat White Composition yang bernuansa indie pop ‘70an. Album yang cukup bagus ini juga tak boleh dilewatkan, dan mulailah perkenalan anda dengan Darker My Love. (pp)

Free! magz edition April 1 09.

Volume One - She & Him

Label : Merge Records

Bagi anda penggila film-film independen, tentunya sudah tak asing lagi dengan Zooey Deschanel. Untuk anda yang hanya suka film Hollywood pun pasti mengenalinya dalam film Failure To Launch dan yang terbaru, Yes Man. Aktris yang satu ini tidak hanya piawai dalam berakting, kebolehannya tarik suara juga tidak memalukan. Bersama M. Ward yang seorang musisi, Deschanel membentuk duo She & Him dengan album perdana Volume One. Ia menulis sendiri sebagian besar lagu dalam album yang sempat dinobatkan sebagai ‘#1 Album Of The Year’ versi majalah Paste ini, dengan lagu The Beatles I Should Have Known Better (dengan versi yang sangat berbeda) dan Smokey Robinson You Really Gotta Hold On Me yang didaur ulang. Musik dalam album ini sangat kental oleh warna folk dan indie pop, dengan lagu-lagu bernada riang seperti I Was Made For You, Sweet Darlin’, Why Do You Let Me Stay Here dan This Is Not A Test. Tak ketinggalan lagu-lagu balada sentimental seperti I Thought I Saw Your Face Today, Got Me dan Sentimental Heart. Album ini mungkin hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja yang dapat menikmati folk dengan mudah, dan jauh dari konsumsi mainstream. Meskipun demikian, She & Him siap merilis Volume Two yang juga telah ditunggu-tunggu oleh media dan penggemar setia mereka. (pp)

Free! magz edition April 1 09 .

Does You Inspire You - Chairlift

Label : Kanine Records

Dua tahun lalu trio yang berdomisili di New York ini merilis debut albumnya secara independen. Tahun lalu album kedua mereka, Does You Inspire You dirilis melalui label indie Kanine Records, dengan musik yang bermain di genre elektronik indie pop. Album ini menghasilkan hits Bruises, yang dipakai untuk iklan iPod Nano generasi keempat. Lagu-lagu lainnya yang enak didengar dari album ini adalah Evident Utensil dan Planet Health. Bruises adalah hits yang ringan dan mudah dicerna, tapi tidak demikian dengan lagu-lagu lainnya yang harus disimak berulang-ulang. Untuk mencerna lagu-lagu bertempo lambat seperti Ceiling Wax, Don’t Give A Damn, Somewhere Around Here dan Territory, akan lebih pas jika anda mendengarkannya di kala musim dingin di negara di luar Asia. Beberapa media di Amerika memberikan pujian untuk album ini, namun tidak bisa dipungkiri jika Does You Inspire You bukanlah album yang siap didengarkan setiap saat. Anda akan membutuhkan waktu khusus untuk menikmati album ini. (pp)

Free! magz edition April 1 09.

Couples - The Long Blondes

Label : Rough Trade

Masih diproduseri Erol Alkan seperti juga album pertama The Long Blondes yaitu Someone To Drive You Home, album kedua band indie rock asal Inggris ini menghadirkan banyak lagu yang lebih enak dibandingkan album pertama mereka. Mereka tidak hanya punya banyak materi yang kuat sebagai konsumsi panggung, namun lagu-lagu mereka juga seru untuk didengarkan tanpa harus membayangkan aksi panggungnya. Selain deretan lagu yang lumayan hingar bingar (namun dengan nada-nada yang bisa dinikmati), ada juga dua lagu berirama down tempo yang bagus yaitu Nostalgia dan Too Clever By Half. Century adalah hits pertama yang kental dengan warna rock electro, yang membuat orang ingin mengetahui isi album ini lebih banyak. Lagu-lagu lainnya yang juga patut didengar adalah Guilt, The Couples, Round The Hairpin dan I Liked The Boys. Album ini adalah perpaduan The Ting Tings (dengan warna yang lebih keras) dan Yeah Yeah Yeahs (dengan warna yang lebih ringan). (pp)

Free! magz edition Aug 6’08.