Archive

Monthly Archives: April 2009

phoenix

Label : V2

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya band Prancis yang satu ini merilis album terbaru yang merupakan album keempat dengan judul unik. Salah satu lagu dalam album ini yaitu 1901 sudah dapat didownload secara gratis di website mereka pada bulan Februari lalu. Album ini diproduseri  salah satu personil Cassius yaitu Phillippe Zdar. Wolfgang Amadeus Phoneix masih lebih mudah dinikmati dibandingkan album Alhabetical, nuansa yang dihadirkan adalah album It’s Never Been Like That dengan nuansa yang lebih eklektik. Begitu banyak lagu menarik dalam album ini, seperti Liztomania, 1901, Girlfriend, Countdown (Sick For The Sun), dan masih banyak lagi. Dalam album ini Phoenix menghadirkan warna yang tidak komersil namun tidak sulit dinikmati pendengar mainstream. Album ini wajib dimiliki. (pp)

Free! magz edition April 15 09.

kleerup-album

Label : EMI

Kleerup adalah kependekan dari Andreas Kleerup, seorang produser musik elektronika asal Swedia. Ia juga tergabung dalam grup The Meat Boys yang baru merilis sebuah album tiga tahun lalu, dan ia sendiri sempat meremix beberapa lagu band lain seperti Shout Out Louds dengan Tonight I Have To Leave It. Album ini adalah album solo pertamanya, dengan menggandeng beberapa orang musisi dan artis seperti Lykke Li, Robyn dan Neneh Cherry untuk menyumbangkan vokal mereka. Kleerup tampaknya patut dilirik, karena album ini bagaikan angin segar di tengah kancah industri elektronika, pantas disejajarkan dengan grup elektronika lain dari daratan Eropa seperti Royksopp yang juga merilis album baru tahun ini. Musik yang ditawarkan adalah elektronik murni dengan sentuhan dominasi vokalis wanita, Kleerup bermain dalam nuansa deep house dalam beberapa lagu seperti Looking For Lullabies, nuansa ambient dalam I Just Want To Make That Sad Boy Smile, nuansa new wave dalam On My Own Again, dan pop elektronik dalam Forever, dimana Neneh Cherry mengisi bagian vokal dan Until We Bleed yang merupakan kolaborasinya bareng Lykke Li. Hampir semua lagunya juara, jadi anda juga harus cari album ini. (pp)

Free! magz edition April 15 09.

endahnrhesa

Label : Demajors

Satu lagi grup pendatang baru dengan musik yang dapat dibanggakan dan tidak kalah jika mau disejajarkan dengan kualitas musik manca negara. Duo Endah N Rhesa adalah Endah Widiastuti dan Rhesa Aditya, keduanya memainkan instrumen musik dengan Endah yang mengisi vokal dan gitar, dan Rhesa pada bass. Musik yang mereka tawarkan sangat easy listening dan sederhana, dengan vokal yang akan membuat anda teringat pada Lisa Ekhdal dan musik perpaduan folk, blues dan jazz cross over. Menyimak album yang keseluruhan liriknya dibuat dalam bahasa Inggris ini tidaklah seperti mendengarkan sebuah karya anak bangsa, karena nuansa lagu-lagunya yang sangat bule dan pelafalan lirik berbahasa Inggris yang sempurna, yang menyebabkan duo ini tidak terdengar seperti grup lokal. Musiknya pun tidak sulit dicerna, meskipun warna yang ditawarkan lebih mahal dan bukanlah sekedar pop yang menjadi konsumsi penonton televisi lokal. Lagu-lagu juara yang harus anda simak adalah I Don’t Remember, Blue Day, dan Baby It’s You. Satu lagi angin segar di industri musik Indonesia. (pp)

Free! magz edition April 15 09.

cazals-what-of-our-future

Label : Kitsune

Meski bukanlah band baru, karena Cazals telah eksis sejak tahun 2003, band rock Inggris yang para personilnya adalah teman-teman Pete Doherty sejak mereka remaja ini, baru menelurkan sebuah album tahun lalu. Mereka juga telah menjadi band pembuka untuk Babyshambles dan Daft Punk dalam beberapa turnya. Yang unik dari band ini, sang gitaris Luca juga berprofesi sebagai dj elektronika, ia mengakui bahwa sebenarnya ia lebih tertarik pada musik digital daripada memainkan ritme gitar. Cazals berdiri di bawah bendera label rekaman Prancis Kitsune, sebuah label musik elektronika yang juga berisi grup-grup seperti Digitalism, Simian Mobile Disco dan Crystal Castles. Cazals menawarkan rock maskulin yang tidak terlalu terdengar ‘British’ meskipun mereka adalah band rock Inggris, dengan warna alternative rock dalam lagu-lagunya. Album ini cukup juara dengan lagu-lagu seperti New Boy In Town, Somebody Somewhere, To Cut A Long Story Short, We’re Just The Same dan Poor Innocent Boys. Yang disebutkan terakhir adalah hits yang membuat mereka ditarik oleh label Kitsune. It’s a must have album. (pp)

Free! magz edition April 15 09.

Two Suns - Bat For Lashes

Label : Parlophone

Natasha Khan yang lebih dikenal lewat nama panggung Bat For Lashes telah dipuja-puja banyak media untuk album pertamanya, Fur And Gold, yang dirilis tiga tahun lalu. Musiknya disebut-sebut mendapatkan banyak pengaruh dari musisi-musisi wanita seperti PJ Harvey, Tori Amos dan Fiona Apple. Album kedua Bat For Lashes tak kalah beratnya dibandingkan Fur And Gold. Menyajikan nomor-nomor gelap dan muram cenderung depresif, hanya ada beberapa lagu dengan pilihan nada yang sedikit uplifting seperti Daniel, Pearl’s Dream, Two Planets, dan Sleep Alone. Lagu-lagu lainnya mungkin akan mengingatkan anda pada Tori Amos di era ‘90an dan Cocteau Twins, dengan nuansa yang biasanya ditemui dalam film-film independen yang berwarna depresif. Untuk anda penggemar Bjork mungkin akan menemukan sedikit persamaan antara Khan dengan musisi Islandia tersebut dalam Two Planets. Bukan sebuah album yang mudah dicerna, namun Two Suns adalah sekali lagi sebuah karya yang bagus dari musisi berdarah Pakistan dan Inggris ini. (pp)

Free! magz edition May 6 09.

Yes- PSB

Label : Parlophone

Setelah 28 tahun berkarya, duo Neil Tennant dan Chris Lowe masih produktif merilis album baru. Tahun ini adalah dirilisnya album kesepuluh Pet Shop Boys yang juga dibantu oleh Johnny Marr, gitaris Inggris yang telah lama malang melintang di industri musik untuk sejumlah band yaitu The Smiths, Electronic, Modest Mouse dan The Cribs, dan juga penata string Owen Pallett yang juga telah berkolaborasi dengan Arcade Fire, Beirut dan The Last Shadow Puppets. Sungguh disayangkan, album yang lumayan bagus ini mengandalkan Love, Etc sebagai single pertamanya, sementara masih ada beberapa hits yang mencuri perhatian seperti Beautiful People (dengan musik yang sangat Morrissey), All Over The World, Vulnerable, Did You See Me Coming?, King Of Rome dan Legacy. Yes adalah sebuah come back yang layak dinantikan dari salah satu grup elektronik legendaris Inggris ini, dan untuk anda yang telah mengikuti sepak terjang mereka sejak tahun ‘80an tentu saja harus punya album ini. (pp)

Free! magz edition May 6 09.

Begone Dull Care - Junior Boys

Label : Domino

Duo elektronik Junior Boys asal Kanada ini merilis album ketiga setelah sukses lewat album Last Exit dan So This Is Goodbye. Judul album ini diambil dari judul sebuah film pendek animasi tahun ‘40an  yang disutradarai Norman McLaren. Masih sebuah album yang menyenangkan seperti album So This Is Goodbye, Begone Dull Care juga tidak kalah menarik dengan nada-nada elektronik yang menghibur telinga dan jauh dari hingar bingar seperti Hazel, Dull To Pause, Bits And Pieces, The Animator dan Sneak A Picture. Hampir sama seperti album sebelumnya, album ini adalah materi yang cocok mengiringi perjalanan dalam mobil anda dengan musik yang memadukan elektronik, indie pop dan elektro pop, dengan lirik yang juga akan membuat anda ingin menyimak lagunya lebih lanjut. Hasilnya pun tak mengecewakan dan jauh dari monoton, meskipun durasi rata-rata lagunya sekitar enam menit. Jika anda penggemar musik elektronik, maka album ini layak dimiliki. (pp)

Free! magz edition May 6 09.