Archive

Monthly Archives: June 2009

cameraobscura_maudlin-career

Label : 4AD

Setelah sukses lewat album ketiga Let’s Get Out Of This Country, band indie pop Skotlandia ini merilis album terbaru. Bjorn Yttling dari Peter Bjorn And John turut menggarap aransemen string dalam album ini. Masih kental dengan nuansa folk, Camera Obscura kembali mencoba menyentuh telinga pendengarnya dengan nada-nada mudah yang jauh dari warna modern. Lagu andalannya adalah French Navy, sebuah nomor riang yang masih bernuansa pop tahun ‘50an. Beberapa nomor lainnya yang juga menarik disimak di antaranya Swans, My Maudlin Career, James, Careless Love, dan Honey In The Sun. Untuk pendengar awam yang belum terbiasa mendengarkan band ini, pasti akan beranggapan bahwa musik mereka cenderung mirip musik country Amerika. Sebenarnya bukanlah demikian, hanya karena mereka menghadirkan folk yang mendominasi dalam hampir semua lagunya, tidak berarti musik mereka seperti lagu-lagu country yang membuat orang mengantuk. Album ini cukup bagus, jika anda penggemar Camera Obscura, pasti anda tak mau ketinggalan untuk memilikinya. (pp)

Free! magz edition May 20 09.

Advertisements

peaches-i_feel_cream

Label : Beggars XL

Peaches yang punya nama asli Merrill Beth Nisker masih tampil garang lewat lirik-lirik lagu dalam album terbarunya yang merupakan album kelima, yang ramai-ramai diproduseri oleh James Ford dari Simian Mobile Disco, Digitalism, dan Soulwax. Sebelum menjadi musisi, Peaches yang dikenal lewat lirik kontroversial yang sarat oleh seksualitas dalam hampir semua lagunya ini, dulunya adalah guru musik dan drama sekolah dasar. Masih menghadirkan warna elektroclash dengan distorsi kasar yang telah menjadi ciri khas musiknya, Peaches juga tak ketinggalan menyelipkan banyak lagu yang dancey seperti Talk To Me, Serpentine, I Feel Cream, Take You On, Trick Or Treat, Mud, Mommy Complex dan Lose You, yang disebut belakangan ini akan mengingatkan anda pada Ladyhawke. Jika dibandingkan dengan album sebelumnya, Impeach My Bush, album barunya ini terdengar lebih lembut, meskipun Peaches masih menawarkan lagu bernuansa maskulin dan masih terkesan garang seperti More dan Billionaire. Sepak terjang wanita yang satu ini masih seru untuk diikuti, jadi jika anda penggemar electroclash, sebaiknya cari album ini. (pp)

Free! magz edition May 20 09.

fischerspooner-entertainment

Label : Fs Studios

Warren Fischer dan Casey Spooner yang tergabung dalam Fischerspooner masih unjuk gigi lewat album ketiga mereka. Menggabungkan electronica dengan retro electropop, Entertainment adalah sebuah album yang menyenangkan dengan lagu-lagu yang lebih mudah dicerna dibandingkan album-album mereka sebelumnya. Tak hanya bermain di genre dengan musik yang mudah singgah di telinga, Fischerspooner juga masih menghadirkan sebuah nomor electroclash, Amuse Bouche, untuk pendengar yang lebih advance. Mereka juga mendaur ulang lagu lama milik R.E.M yang semula direncanakan akan turut menghiasi album Reveal, Fascinating, namun tidak jadi dirilis. Proses rekaman dan pembuatan album ini memakan waktu dua tahun, sebuah penantian yang tak sia-sia karena hasilnya amat memuaskan. Lagu-lagu andalan yang harus anda simak dalam album ini di antaranya Supply & Demand, Money Can’t Dance, In A Modern World, The Best Revenge dan Infidels Of The World Unite. Dari sebelas lagu, hanya ada tiga lagu yang kurang berkesan dari album ini. Selebihnya, Entertainment adalah album yang menghibur dengan musik pembangkit mood menyenangkan untuk anda yang beranjak dewasa di tahun ‘80an dan ‘90an. (pp)

Free! magz edition May 20 09.

white-lies-to-lose-my-life

Label : Geffen

Band rock-post punk pendatang baru yang berdomisili di London, Inggris ini awalnya memakai nama Fear Of Flying sebelum akhirnya berganti menjadi White Lies. Prestasinya cukup membanggakan, baru menelurkan satu album namun penyiar radio BBC 1 Inggris Zane Lowe yang memandu acara musik rock di radionya menobatkan salah satu single mereka yaitu Death sebagai ‘Hottest Record In The World Today’, saat lagu itu belum dirilis. Menyimak album perdana White Lies seperti mendengarkan perpaduan warna gelap Interpol dan synthesizer modern ala The Killers. White Lies punya cukup banyak lagu bagus dalam album ini, seperti Death, To Lose My Life, From The Stars, Unfinished Business, Fifty On Our Foreheads, dan A Place To Hide, yang membuat album ini duduk di peringkat juara tangga lagu Inggris. Setelah turut ambil bagian dalam beberapa panggung festival musik seperti T In The Park dan Reading And Leeds, tahun ini mereka juga siap menjadi line-up di Coachella pada musim panas mendatang. Satu lagi band post punk baru yang harus anda kenal. (pp)

Free! magz edition May 20 09.

bell-x1-blue-lights-on-the-runway

Label : Yep Roc Records

Band indie rock Irlandia ini berawal dengan nama Juniper pada tahun ‘90an dimana Damien Rice dulu juga menjadi salah satu personilnya sebelum memutuskan bersolo karir. Blue Lights On The Runway adalah album keempat Bell X1 yang dirilis tahun ini setelah lumayan dikenal lewat tiga album sebelumnya dengan hits Eve, The Apple Of My Eye. Judul album ini sendiri diambil dari penggalan lirik single pertamanya, The Great Defector. Seperti juga album-album sebelumnya, Blue Lights On The Runway lebih banyak menampilkan nomor-nomor laid back dengan empat buah balada Blow Ins, Light Catches Your Face, One Stringed Harp dan The Curtains Are Twitchin. Sementara lagu-lagu bertempo medium yang juga enak disimak adalah How Your Heart Is Wired, The Great Defector, dan The Ribs Of Broken Umbrella. Bell X1 adalah Keane versi non mainstream yang juga harus anda lirik.  (pp)

Free! magz edition May 20 09.