Flavor Of The Month : Daughter

Image

Performing solo was… well, I didn’t really enjoy it. I found it quite difficult, it just wasn’t very exciting. I wanted to work with other people because I had a bigger sound in my head that was not achievable with just the one guitar.” – Elena Tonra (Daughter)

Trio indie folk asal London ini telah meramaikan industri musik sejak tahun 2010, dengan formasi Elena Tonra (vokal), Igor Haefeli (gitar) dan Remi Aguillela (drums).

Awalnya Daughter adalah proyek solo Tonra, yang kemudian berubah pikiran dengan menggandeng Haefeli dan Aguillea untuk membentuk sebuah band.

Mereka bertemu saat menuntut ilmu di Institute Of Contemporary Music Performance di London. EP pertama Daughter yang berjudul His Young Heart dirilis secara independen pada tahun 2011 setelah keberadaan mereka mulai dikenal dari mulut ke mulut. Di tahun yang sama Daughter kembali merilis EP berikutnya yaitu The Wild Youth, yang membuat mereka disebut-sebut sebagai “one of the most unique sounds in the pop landscape today” oleh sebuah situs musik Inggris, For Folk’s Sake.

Pada tahun berikutnya, Daughter mulai naik ke atas panggung dan bermain di Asembly Hall, North London, sebuah gedung berkapasitas tujuh ratus orang penonton, dan untuk pertama kalinya mempublikasikan bahwa mereka telah dikontrak oleh label rekaman Inggris 4AD.

Di bulan Oktober 2012, single pertama mereka di bawah label rekaman 4AD berjudul Smother dirilis. BBC 1 dan 6Music mulai memainkan lagu mereka dan Smother kemudian dipublikasikan sebagai Single Of The Week oleh Huw Stephens, seorang penyiar BBC 1 yang telah lama menjadi penggemar mereka.

Album pertama Daughter yaitu If You Leave, dirilis pada bulan Maret 2013, masih di bawah bendera 4AD, yang dengan segera menduduki peringkat keempat di jajaran album chart indie di Irlandia, dan peringkat ke enam belas UK Albums Chart.

Pengalaman mereka di panggung pun mulai beragam, mulai dari panggung dengan skala kecil sampai panggung festival dengan jumlah penonton ribuan.

Ditanya tentang perbedaan manggung di festival musik dan manggung di show Daughters sendiri, Tonra mengatakan memang rasanya selalu lebih aman bermain di dalam show mereka sendiri, karena mereka berharap mereka akan disaksikan oleh penonton yang memadati gedung tempat mereka manggung, sedangkan di saat bermain di panggung festival, mereka hanya bisa menebak-nebak siapa saja yang datang menyaksikan mereka karena line-up artist yang beragam dan keren-keren, dan pengunjung festival memiliki banyak pilihan untuk menyaksikan sekian banyak band bagus yang juga tampil disitu. Namun saat mereka manggung di Reading Festival, mereka tidak banyak berharap bahwa mereka akan disaksikan banyak orang, dan ketika ternyata penampilan mereka mengundang perhatian banyak sekali pengunjung, mereka menganggap hal itu adalah kejutan menyenangkan yang sebelumnya tidak mereka bayangkan.

Menanggapi komentar orang yang membanding-bandingkan musik Daughter dengan musisi atau band folk lainnya, Tonra menegaskan Daughter hanya ingin berkreasi membuat musik yang bagus, yang memiliki banyak elemen di dalamnya, yang tidak hanya memiliki warna folk namun juga banyak warna lainnya yang membuat genre mereka tidak hanya sekedar dikategorikan sebagai indie folk. Perbandingan yang diciptakan orang terhadap musik Daughter dengan musik band lainnya dianggap sah-sah saja oleh mereka, bahwa setiap band akan berusaha membuat musik yang unik dan keren dengan berbagai referensi yang juga keren, sehingga terkesan begitu banyak band yang menghadirkan nafas dan warna musik yang mirip. Hal ini tidak membuat mereka terganggu, karena mereka menyadari bahwa banyak orang gemar mengkotak-kotakkan musik.

Daughter hadir kembali secara mengejutkan, ketika Daft Punk merilis album Random Access Memories dan memperkenalkan single terbaru mereka, Get Lucky, ke seluruh dunia.

Daughter mendaur ulang Get Lucky dengan versi yang sama sekali berbeda, mengubahnya menjadi sebuah balada chill out tanpa menanggalkan warna elektronik yang kali ini dibuat lebih trippy. Single Get Lucky yang didaur ulang oleh Daughter dipublikasikan April 27 2013, satu hari sebelum versi aslinya yang dibawakan Daft Punk menduduki peringkat juara di tangga lagu dunia, hanya dalam selang waktu 48 jam setelah album Random Access Memories dijual.

Hal ini tentu saja mengejutkan para pemerhati musik indie dan segera menghiasi situs-situs musik di seluruh dunia.

Saat ini Daughter tengah kembali bereksperimen dengan sound yang semakin berevolusi, mereka sedang mempersiapkan lagu-lagu untuk album berikutnya, yang diharapkan akan memiliki nuansa baru dan berbeda dengan album If You Leave.

Read more about them on www.ohdaughter.com and follow @ohdaughter

(pp)

*FMD July ’13*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: