Flavor Of The Month : Rhye

Image

Personally, I don’t view myself as sounding like a woman. I think I just have a soft quality to my voice, and then people immediately associate that with something extremely feminine.”Mike Milosh (Rhye)

Awalnya para kritikus musik bertanya-tanya siapakah suara di balik nama Rhye yang membawakan lagu-lagu indie elektronik dengan vokal yang sangat feminin dan sering kali dibanding-bandingkan dengan gaya bernyanyi Sade Adu.

Rhye tiba-tiba hadir mewarnai blog musik indie dengan lagu-lagu mereka yang diunggah tanpa menyertakan bio apa pun tentang diri mereka. Banyak yang mengira Rhye adalah solois wanita pendatang baru. Namun tak lama kemudian Ryhe memperkenalkan diri mereka secara resmi di media sebagai duo Mike Milosh dan Robin Hannibal, warga Kanada yang berdomisili di Los Angeles.

Rhye awalnya memutuskan untuk tidak mengungkapkan siapa diri mereka ketika mempublikasikan musik mereka lewat internet, dengan alasan mereka tidak menyukai apa yang tengah terjadi di industri musik saat ini, yang semuanya hanya berkisar seputar image, yang datang dari sekumpulan orang yang seharusnya berkutat di dunia fashion saja dan tidak mengeksplorasi musik dengan cara yang selalu harus dikaitkan dengan fashion atau gaya hidup yang sedang menjadi tren saat itu. Mereka tidak ingin orang menyukai musik mereka karena gaya berpakaian mereka, atau gaya hidup mereka. Rhye hanya ingin digemari karena orang memang menyukai musik mereka. If you like it, you like it. If you don’t, you don’t.

Meskipun tak bisa dipungkiri bahwa dengan menampilkan diri mereka sebagai “anonymous” atau tak ingin dikenali pada awalnya, membuat hal itu menjadi tren baru di industri musik indie.

Rhye mengawali karir mereka dengan merilis sebuah EP berjudul The Fall pada tahun 2013, dimana Milosh baru saja bertemu dengan seorang wanita yang kemudian menjadi istrinya tak lama sebelum ia berkolaborasi dengan Hannibal. Milosh mengatakan di dalam sebuah awal hubungan romantis, semua ide yang datang dan dituangkannya dalam lagu-lagu, datang dari pengalaman bersama kekasihnya, maka bukan suatu hal yang mengherankan jika lagu-lagu Rhye terkesan seksi dan sangat ‘intim’.  Sementara secara kebetulan, Hannibal juga baru saja bertemu seorang wanita yang membuatnya memutuskan untuk pindah ke Los Angeles dan memulai hidup baru. Baik Milosh dan Hannibal sedang menjalani tahap jatuh cinta saat mereka menggarap album pertama yang diberi judul Woman, yang kemudian didistribusikan oleh label rekaman besar Polydor.

Berkomentar tentang single mereka yang berjudul Open, yang tak diragukan lagi merupakan salah satu single paling seksi yang ada di album Woman, Milosh berdalih bahwa lagu itu dibuat setelah ia melewatkan satu malam bersama sang kekasih yang saat ini telah menjadi istrinya.

Disebut-sebut sebagai “the sounds of seduction”, Rhye tidak segan beropini bahwa seks di masa kini telah dieksploitasi sebagai tema, terutama di era musik modern, yang banyak terdengar di genre pop dan rap selama ini. Rhye berusaha menampilkan tema ini bukan sebagai bentuk eksploitasi, melainkan sebagai bentuk kekaguman mereka terhadap cinta dan penghargaan mereka terhadap wanita.

Album Woman disebut-sebut sebagai album yang memadukan musik digital funk ala Junior Boys, lounge pop ala Stereolab dan soul dengan vokal ala Sade. Inspirasi Rhye datang dari beragam genre, mereka menyimak semua genre musik Afrika Amerika yang memilik nuansa funk, rhythm and blues, disco, jazz, blues, dan juga era pop 80-an seperti  David Bowie dan Blondie.  Tak ketinggalan nama-nama seperti Beethoven, Bach, Led Zeppelin, Pink Floyd, A Tribe Called Quest, Crosby Stills & Nash, sampai duo elektronik Authechre yang menjadi inspirasi mereka. Yang terakhir disebutkan adalah grup yang membuat Milosh memutuskan untuk membeli synthsizers dan samplers dan kemudian membuat lagu-lagu sendiri. Sementara genre metal dan punk tidak menjadi pilihan referensinya.

Milosh juga sempat mengalami masa-masa dimana ia tergila-gila pada Marvin Gaye dan menyimak seluruh koleksinya.

Untuk musik masa kini, Milosh berkomentar musisi-musisi yang aktif di industri musik saat ini sering kali terjebak dalam tren semata, seperti musisi-musisi R&B yang akhirnya selalu menggabungkan musik mereka dengan dubstep hanya karena genre itu yang saat ini sedang banyak digemari dan dianggap sebagai tren.

Milosh juga mengatakan bahwa ia belum berpikir untuk mendaur ulang lagu lama, ia belum tertarik untuk menyanyikan lagu orang lain karena ia tidak menulis sendiri liriknya, sehingga ia tidak mengetahui dengan pasti apa yang dimaksud si penulis lagu di balik lirik yang dinyanyikannya. Ia mengatakan, “There’s a huge vacancy in music today when it comes to that. People just write stuff because they think it’s catchy, or they write stuff because the lyric is clever or they want to sing a love song because they think it will sell. The only thing I can control is what I put out there, so if I’m going to put something out there, it has to be something that I’m very comfortable with and I feel very authentic about.”

Get to know them more on www.rhyemusic.com or follow @Rhyemusic.

(pp)

*FMD July ’13*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: